
Nama Anggota Kelompok : 1.
Safira Arifah (25)
2. Yuanita
Dwi Damayanti (31)
Daftar
Isi
Pengertian
Internet………………………………………………………………………………………………… 03
Sejarah internet dan
perkembangannya……………………………………………………………… 03
Dampak positif
internet…………………………………………………………………………………………...14
Dampak negatif
internet…………………………………………………………………………………………..15
w
PENGERTIAN INTERNET
Internet (kependekan dari
interconnection-networking) adalah seluruh jaringan komputer yang saling
terhubung menggunakan standar sistem global Transmission Control
Protocol/Internet Protocol Suite (TCP/IP) sebagai protokol pertukaran paket
(packet switching communication protocol) untuk melayani miliaran pengguna di
seluruh dunia.
SEJARAH
INTERNET DAN PERKEMBANGANNYA
A) DI
AMERIKA
Sejarah internet dimulai dari
jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di
tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project
Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan
software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam
jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Proyek ARPANET merancang
bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan
akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan
protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control
Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek
itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika
Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang
tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi
masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi
terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya
menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of
California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu
jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan
Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh
daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga
membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah
manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan
"ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti,
universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama
DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
1957 : Uni Sovyet (sekarang
Rusia) meluncurkan wahana luar angkasa, Sputnik.
1958 : Sebagai buntut dari
"kekalahan" Amerika Serikat dalam meluncurkan wahana luar angkasa,
dibentuklah sebuah badan di dalam Departemen Pertahanan Amerika Serikat,
Advanced Research Projects Agency (ARPA), yang bertujuan agar Amerika Serikat
mampu meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi negara tersebut. Salah satu
sasarannya adalah teknologi komputer.
1962 : J.C.R. Licklider menulis
sebuah tulisan mengenai sebuah visi di mana komputer-komputer dapat saling
dihubungkan antara satu dengan lainnya secara global agar setiap komputer
tersebut mampu menawarkan akses terhadap program dan juga data. Di tahun ini
juga RAND Corporation memulai riset terhadap ide ini (jaringan komputer
terdistribusi), yang ditujukan untuk tujuan militer.
Awal 1960-an : Teori mengenai
packet-switching dapat diimplementasikan dalam dunia nyata.
Pertengahan 1960-an : ARPA
mengembangkan ARPANET untuk mempromosikan "Cooperative Networking of
Time-sharing Computers", dengan hanya empat buah host komputer yang dapat
dihubungkan hingga tahun 1969, yakni Stanford Research Institute, University of
California, Los Angeles, University of California, Santa Barbara, dan
University of Utah.
1965 : Istilah
"Hypertext" dikeluarkan oleh Ted Nelson.
1968 : Jaringan Tymnet dibuat.
1971 : Anggota jaringan ARPANET
bertambah menjadi 23 buah node komputer, yang terdiri atas komputer-komputer
untuk riset milik pemerintah Amerika Serikat dan universitas.
1972 : Sebuah kelompok kerja yang
disebut dengan International Network Working Group (INWG) dibuat untuk
meningkatkan teknologi jaringan komputer dan juga membuat standar-standar untuk
jaringan komputer, termasuk di antaranya adalah Internet. Pembicara pertama
dari organisasi ini adalah Vint Cerf, yang kemudian disebut sebagai "Bapak
Internet"
1972-1974 : Beberapa layanan
basis data komersial seperti Dialog, SDC Orbit, Lexis, The New York Times
DataBank, dan lainnya, mendaftarkan dirinya ke ARPANET melalui jaringan
dial-up.
1973 : ARPANET ke luar Amerika
Serikat: pada tahun ini, anggota ARPANET bertambah lagi dengan masuknya
beberapa universitas di luar Amerika Serikat yakni University College of London
dari Inggris dan Royal Radar Establishment di Norwegia.
1974 : Vint Cerf dan Bob Kahn
mempublikasikan spesifikasi detail protokol Transmission Control Protocol (TCP)
dalam artikel "A Protocol for Packet Network Interconnection".
1974 : Bolt, Beranet & Newman
(BBN), pontraktor untuk ARPANET, membuka sebuah versi komersial dari ARPANET
yang mereka sebut sebagai Telenet, yang merupakan layanan paket data publik
pertama.
1977 : Sudah ada 111 buah
komputer yang telah terhubung ke ARPANET.
1978 : Protokol TCP dipecah
menjadi dua bagian, yakni Transmission Control Protocol dan Internet Protocol
(TCP/IP).
1979 : Grup diskusi Usenet
pertama dibuat oleh Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, alumni dari
Duke University dan University of North Carolina Amerika Serikat. Setelah itu,
penggunaan Usenet pun meningkat secara drastis.
Di tahun ini pula, emoticon
diusulkan oleh Kevin McKenzie.
Awal 1980-an : Komputer pribadi
(PC) mewabah, dan menjadi bagian dari banyak hidup manusia.Tahun ini tercatat
ARPANET telah memiliki anggota hingga 213 host yang terhubung.
Layanan BITNET (Because It's Time
Network) dimulai, dengan menyediakan layanan e-mail, mailing list, dan juga
File Transfer Protocol (FTP).
CSNET (Computer Science Network)
pun dibangun pada tahun ini oleh para ilmuwan dan pakar pada bidang ilmu
komputer dari Purdue University, University of Washington, RAND Corporation,
dan BBN, dengan dukungan dari National Science Foundation (NSF). Jaringan ini
menyediakan layanan e-mail dan beberapa layanan lainnya kepada para ilmuwan
tersebut tanpa harus mengakses ARPANET.
1982 : Istilah
"Internet" pertama kali digunakan, dan TCP/IP diadopsi sebagai
protokol universal untuk jaringan tersebut.
Name server mulai dikembangkan,
sehingga mengizinkan para pengguna agar dapat terhubung kepada sebuah host
tanpa harus mengetahui jalur pasti menuju host tersebut.
Tahun ini tercatat ada lebih dari
1000 buah host yang tergabung ke Internet.
1986 : Diperkenalkan sistem nama
domain, yang sekarang dikenal dengan DNS(Domain Name System)yang berfungsi
untuk menyeragamkan sistem pemberian nama alamat di jaringan computer
ARPANET
Pada tahun 1957 Dephan AS (DoD =
Departement of Defense) membentuk ARPA (Advanced Research Projects Agency)
sebagai tanggapan terhadap peluncuran Sputnik-nya Uni Sovyet. ARPA bertugas
meningkatkan kemampuan teknologi yang dapat dimanfaatkan oleh militer. Sebenarnya
ARPA tidak memiliki ahli ilmu pengetahuan ataupun laboratorium. Yang dimiliki
hanya kantor dan budget kecil (bagi standar Pentagon) saja. ARPA menjalankan
tugasnya dengan memberikan bantuan dan melakukan kontrak kerja dengan
universitas-universitas dan perusahaan-perusahaan yang memiliki ide yang
dianggap menjanjikan bagi operasinya.
Pada tahun 1960-an, saat puncak Perang
Dingin, DoD ingin memiliki komando dan pengendalian jaringan yang dapat
mempertahankan diri bila terjadi perang nuklir. Jaringan telepon tradisional
dianggap tidak aman. Karena bila satu jalur saja hilang, maka hal ini dapat
mengakibatkan terhentinya semua percakapan yang menggunakan jaringan atau
bahkan yang hanya menggunakan sebagian jaringan secara tiba-tiba. Untuk mengatasi
masalah ini DoD mengubah arah risetnya, ARPA.
Bekerjasama dengan beberapa
universitas, ARPA memutuskan bahwa jaringan yang diperlukan DoD adalah
berbentuk packet-switching yang terdiri dari sebuah subnet dan
komputer-komputer host. Pada Desember 1968, ARPA memberikan kontraknya kepada
BBN, sebuah biro konsultan di Cambridge, Massachusetts untuk membangun jaringan
tersebut dan membuat software-software pendukung.
Walaupun masih terdapat kekurangan
pada masalah software, pada Desember 1969 berhasil diluncurkan sebuah jaringan
eksperimen yang menghubungkan empat buah simpul yaitu UCLA, UCSB, SRI dan Utah
University. Keempat simpul ini memang memiliki berbagai kontrak dengan ARPA,
dan masing-masing simpul mempunyai komputer host yang benar-benar berbeda dan
tidak bersesuaian satu dengan lainnya. Jaringan ARPANET ini segera berkembang
dengan pesat meliputi seluruh wilayah AS dalam tiga tahun pertamanya.
Sebagai tambahan dalam membantu
pertumbuhan ARPANET yang masih prematur ini, ARPA juga membiayai penelitian
jaringan satelit dan jaringan radio paket yang mobile. Percobaan ini juga
menunjukkan bahwa protokol-protokol ARPANET yang telah ada tidak sesuai untuk
dioperasikan pada jaringan ganda. Pengamatan ini mendorong semakin banyaknya
penelitian tentang protokol, yang berpuncak pada penemuan model dan protokol
TCP/IP. TCP/IP secara spesifik dirancang untuk menangani komunikasi melalui
internetwork, sesuatu yang menjadi semakin penting dengan semakin banyaknya
jaringan dan LAN yang dihubungkan ke ARPANET.
Pada tahun 1983, ARPANET
memiliki jaringan yang besar dan sudah dapat dianggap stabil dan sukses. Sampai
pada keadaan ini, ARPA menyerahkan manajemen jaringan ke Defense Communication
Agency (DCA) untuk menjalankan ARPANET sebagai jaringan operasional. Yang
pertama dilakukan DCA adalah memisahkan bagian jaringan militer ke subnet
tersendiri, MILNET, yang memiliki gateway-gateway yang sangat ketat membedakan
antara MILNET dengan sisa subnet riset lainnya.
Selama tahun 1980-an,
jaringan-jaringan tambahan, khususnya LAN, makin banyak yang dihubungkan ke
ARPANET. Sejalan dengan bertambah luasnya jaringan, host-pun semakin mahal.
Karena itu DNS (Domain Naming System) dibentuk untuk mengorganisasi mesin ke
dalam domain-domain tertentu dan memetakan nama-nama host ke dalam
alamat-alamat IP. Sejak itu, DNS menjadi sistem database yang tergeneralisasi
dan terdistribusi untuk menyimpan berbagai informasi yang berhubungan dengan
penamaan.
Pada tahun 1990, ARPANET telah tersusun oleh
jaringan-jaringan yang baru, yang sebenarnya dilahirkan sendiri oleh ARPANET.
Setelah itu ARPANET menghentikan operasinya dan dibongkar. Sampai saat ini,
MILNET masih tetap beroperasi.
NSFNET
Pada akhir tahun 1970-an, NSF (National
Science Foundation) melihat begitu besarnya dampak ARPANET bagi penelitian
universitas. Namun hanya universitas yang memiliki kontrak penelitian dengan
DoD yang dapat bergabung ke ARPANET. Kekurangan akses yang universal ini
mendorong NSF untuk membangun sebuah jaringan maya, CSNET.
Pada tahun 1984 NSF mulai
merancang jaringan backbone berkecepatan tinggi yang akan menghubungkan keenam
pusat superkomputernya di San Diego, Boulder, Champaign, Pittsburgh, Ithaca dan
Princeton. Jaringan ini diproyeksikan sebagai pengganti ARPANET dan akan dibuka
untuk seluruh kelompok-kelompok riset universitas, laboratorium riset,
perpustakaan dan musium untuk mengakses keenam superkomputernya itu dan
berkomunikasi satu dengan lainnya. Jaringan ini juga terhubung dengan ARPANET.
Jaringan NSFNET segera meraih
sukses dalam waktu yang relatif singkat dan sekaligus kelebihan beban.
Selanjutnya NSF dengan segera membuat rencana jaringan penerusnya dan memberikan
kontrak kepada konsorsium Michigan-based MERIT untuk melaksanakan rencana
tersebut. Jaringan ini pun akhirnya kewalahan sehingga pada tahun 1990 jaringan
ini segera ditingkatkan kemampuannya.
Seiring dengan perkembangan
berkelanjutan, NSF menyadari bahwa pemerintah tidak dapat memberikan dana
pengembangan jaringan untuk selamanya. Selain banyak organisasi komersial yang
ingin bergabung ke dalam jaringan yang dibiayai NSF. Akibatnya, NSF meminta
MERIT, MCI dan IBM untuk membentuk perusahaan nirlaba, ANS (Advanced Networks
Services). Pada tahun 1990, ANS mengambil alih NSFNET dan meningkatkan
kemampuan jaringan itu untuk membentuk ANSNET.
Pada tahun 1991, Wakil Presiden
AS Al Gore, mengusulkan perluasan arsitektur NSFNET agar melibatkan sekolah
K-12, community college (perguruan tinggi setempat), dan college dua-tahun
lebih banyak lagi. Desember 1991, Kongres AS mengesahkan rancangan
undang-undang NREN (National Research and Educational Network) yang dapat
diakses oleh pelaku bisnis dengan mengizinkan mereka membeli sebagian dari
jaringan untuk penggunaan komersial.
Pada tahun 1995, backbone NSFNET
tidak diperlukan lagi untuk menginterkoneksikan jaringan-jaringan regional NSF.
Hal ini disebabkan karena banyak perusahaan yang mengoperasikan jaringan IP
komersial. Pada saat ANSNET dijual ke America Online pada tahun 1995, jaringan
regional harus keluar dan harus memiliki layanan IP komersial untuk dapat
saling terhubung.
Untuk mempermudah dan
meyakinkan bahwa setiap jaringan regional dapat berkomunikasi dengan jaringan
regional lainnya, NSF memberikan kontrak kerja kepada empat operator jaringan
untuk membuat NAP (Network Access Point). Operator-operator tersebut adalah
PacBell (San Francisco), Ameritech (Chicago), MFS (Washington D.C.) dan Sprint
(New York City). Setiap operator jaringan yang ingin menyediakan layanan
backbone kepada jaringan-jaringan regional NSF harus menghubungkan semua NAP
tersebut. Selain NAP-NAP NSF, juga telah dibuat bermacam-macam NAP pemerintah
(misalnya, FIX-E, FIX-W, MAE-East dan MAE-West) dan NAP-NAP komersial (misalnya
CIX).
Negara-negara dan daerah lainnya
juga membangun jaringan yang sebanding dengan NSFNET. Di Eropa misalnya,
EuropaNet merupakan sebuah backbone IP untuk organisasi-organisasi riset dan
EBONE merupakan jaringan yang lebih berorientasi komersial. Keduanya jaringan
ini menghubungkan sejumlah kota di Eropa. Setiap negara di Eropa memiliki satu
atau lebih jaringan nasional yang sebanding dengan jaringan regional NSF.
INTERNET
Setelah TCP/IP dinyatakan sebagai
satu-satunya protokol resmi pada 1 januari 1983, jumlah jaringan, mesin dan
pengguna yang terhubung ke ARPANET bertambah dengan pesatnya. Pada saat NSFNET
dan ARPANET saling dihubungkan, pertumbuhannya menjadi eksponensial. Banyak
jaringan regional yang bergabung dan hubungan-hubungan dibuat untuk membangun
jaringan di Kanada, Eropa dan Pasifik.
Pada pertengahan tahun
1980-an, orang mulai memandang kumpulan jaringan-jaringan tersebut sebagai
sebuah internet, dan kemudian disebut Internet. Pertumbuhan terus berlanjut
secara eksponensial, dan pada tahun 1990 Internet telah tumbuh menjadi 3000
jaringan dan 200.000 komputer. Pada tahun 1992, host kesatu-juta telah
terhubung ke jaringan. Pada tahun 1995, terdapat banyak backbone, ratusan
jaringan tingkat menengah (regional), puluhan ribu LAN, jutaan host dan puluhan
juta pengguna.
Faktor yang mempunyai andil
besar dalam pertumbuhan yang cepat itu adalah penyambungan jaringan-jaringan
yang telah ada ke Internet. Pada waktu yang lampau penyambungan tersebut
meliputi SPAN (jaringan fisika luar angkasa NASA), HEPNET (jaringan fisika
energi tinggi), BITNET (jaringan mainframe IBM), EARN (jaringan akademis
Eropa), dan jaringan-jaringan lainnya. Sejumlah link trans atlantik juga
terbentuk. Dengan perkembangan yang eksponensial ini, cara informal lama dalam
mengoperasikan Internet tidak lagi dipakai. Pada bulan Januari 1992, Masyarakat
Internet (Internet Society) terbentuk. Masyarakat Internet bertujuan untuk
mempromosikan manfaat Internet.
Sampai awal tahun 1990-an,
Internet banyak dipakai oleh para akademisi, pemerintah dan para peneliti
industri. Sebuah aplikasi baru, WWW (World Wide Web) mengubah wajah Internet
dan membantu jutaan pengguna baru, nonakademisi ke jaringan. Aplikasi ini,
ditemukan oleh fisikawan CERN Tim Berners-Lee, tanpa mengubah
fasilitas-fasilitas yang telah ada namun membuatnya menjadi lebih mudah
digunakan. Bersama-sama dengan Mosaic viewer, yang dibuat oleh NCSA (National
Center for Supercomputer Applications), WWW memungkinkan sebuah situs (site)
untuk menyusun sejumlah halaman informasi yang berisi teks, gambar, suara dan
bahkan video, dengan meletakkan link ke halaman-halaman lainnya. Dengan
meng-klik sebuah link, pengguna akan segera dibawa ke halaman yang ditunjukkan
oleh link tersebut.
Dalam setahun setelah Mosaic
diluncurkan, jumlah server WWW berkembang dari 100 menjadi 7000. Pertumbuhan
yang cepat ini terus berlangsung dengan pesat sampai sekarang.
B) di
Indonesia
RMS Ibrahim, Suryono Adisoemarta, Muhammad
Ihsan, Robby Soebiakto, Putu, Firman Siregar, Adi Indrayanto, dan Onno W. Purbo
merupakan beberapa nama-nama legendaris di awal pembangunan Internet Indonesia
di tahun 1992 hingga 1994. Masing-masing personal telah mengkontribusikan
keahlian dan dedikasinya dalam membangun cuplikan-cuplikan sejarah jaringan
komputer di Indonesia.
Tulisan-tulisan tentang
keberadaan jaringan Internet di Indonesia dapat dilihat di beberapa artikel di
media cetak seperti KOMPAS berjudul “Jaringan komputer biaya murah menggunakan
radio” di akhir tahun 1990 dan awal tahun 1991. Juga beberapa artikel pendek di
Majalah Elektron Himpunan Mahasiswa Elektro ITB di tahun 1989.
Inspirasi tulisan-tulisan awal
Internet Indonesia datangnya dari kegiatan di amatir radio khususnya di Amateur
Radio Club (ARC) ITB di tahun 1986. Bermodal pesawat Transceiver HF SSB Kenwood
TS430 milik Harya Sudirapratama (YC1HCE) dengan komputer Apple II milik Onno W.
Purbo (YC1DAV) sekitar belasan anak muda ITB seperti Harya Sudirapratama
(YC1HCE), J. Tjandra Pramudito (YB3NR), Suryono Adisoemarta (N5SNN) bersama
Onno W. Purbo, berguru pada para senior radio amatir seperti Robby Soebiakto
(YB1BG), Achmad Zaini (YB1HR), Yos (YB2SV), di band 40m. Robby Soebiakto
merupakan pakar diantara para amatir radio di Indonesia khususnya untuk
komunikasi data packet radio yang kemudian didorong ke arah TCP/IP, teknologi
packet radio TCP/IP yang kemudian diadopsi oleh rekan-rekan BPPT, LAPAN, UI, dan
ITB yang kemudian menjadi tumpuan PaguyubanNet di tahun 1992-1994. Robby
Soebiakto menjadi koordinator IP pertama dari AMPR-net (Amatir Packet Radio
Network) yang di Internet dikenal dengan domain AMPR.ORG dan IP 44.132. Sejak
tahun 2000, AMPR-net Indonesia di koordinir oleh Onno W. Purbo (YC0MLC).
Koordinasi dan aktivitasnya mengharuskan seseorang untuk menjadi anggota ORARI
dan di koordinasi melalui mailing list ORARI, seperti,
orari-news@yahoogroups.com.
Di tahun 1986-1987 yang merupakan
awal perkembangan jaringan paket radio di Indonesia, Robby Soebiakto merupakan
pionir di kalangan pelaku radio amatir Indonesia yang mengaitkan jaringan
amatir Bulletin Board System (BBS) yang merupakan jaringan e-mail store and
forward yang mengkaitkan banyak “server” BBS amatir radio seluruh dunia agar
e-mail dapat berjalan dengan lancar. Di awal tahun 1990, komunikasi antara Onno
W. Purbo yang waktu itu berada di Kanada dengan panggilan YC1DAV/VE3 dengan
rekan-rekan radio amatir di Indonesia dilakukan melalui jaringan amatir radio
ini. Dengan peralatan PC/XT dan walkie talkie 2 meteran, komunikasi antara
Indonesia-Kanada terus dilakukan dengan lancar melalui jaringan radio amatir.
Robby Soebiakto berhasil membangun gateway amatir satelit di rumahnya di Cinere
melalui satelit-satelit OSCAR milik radio amatir kemudian melakukan komunikasi
lebih lanjut yang lebih cepat antara Indonesia-Kanada. Pengetahuan secara
perlahan ditransfer dan berkembang melalui jaringan radio amatir ini.
RMS Ibrahim (biasa dipanggil
Ibam) merupakan motor dibalik operasional Internet di UI. RMS Ibrahim pernah
menjadi operator yang menjalankan gateway ke Internet dari UI yang merupakan
bagian dari jaringan universitas di Indonesia UNINET. Protokol UUCP yang lebih
sederhana daripada TCP/IP digunakan terutama digunakan untuk mentransfer e-mail
& newsgroup. RMS Ibrahim juga merupakan pemegang pertama Country Code Top
Level Domain (ccTLD) yang dikemudian hari dikenal sebagai IDNIC.
Muhammad Ihsan adalah staff
peneliti di LAPAN Ranca Bungur tidak jauh dari Bogor yang di awal tahun 1990-an
di dukung oleh pimpinannya Ibu Adrianti dalam kerjasama dengan DLR (NASA-nya
Jerman) mencoba mengembangkan jaringan komputer menggunakan teknologi packet
radio pada band 70cm & 2m. Jaringan tersebut dikenal sebagai JASIPAKTA
dengan dukungan DLR Jerman. Protokol TCP/IP di operasikan di atas protokol
AX.25 pada infrastruktur packet radio. Muhammad Ihsan mengoperasikan relay
penghubung antara ITB di Bandung dengan gateway Internet yang ada di BPPT di
tahun 1993-1998.
Firman Siregar merupakan salah
seorang motor di BPPT yang mengoperasikan gateway radio paket bekerja pada band
70cm di tahun 1993-1998-an. PC 386 sederhana menjalankan program NOS di atas
sistem operasi DOS digunakan sebagai gateway packet radio TCP/IP. IPTEKNET
masih berada di tahapan sangat awal perkembangannya saluran komunikasi ke
internet masih menggunakan protokol X.25 melalui jaringan Sistem Komunikasi
Data Paket (SKDP) terkait pada gateway di DLR Jerman.
Putu sebuah nama yang melekat
dengan perkembangan PUSDATA DEPRIN waktu masa kepemimpinan Bapak Menteri Tungki
Ariwibowo menjalankan BBS pusdata.dprin.go.id. Di masa awal perkembangannya BBS
Pak Putu sangat berjasa dalam membangun pengguna e-mail khususnya di jakarta
Pak Putu sangat beruntung mempunyai menteri Pak Tungki yang “maniak” IT dan
yang mengesankan dari Pak Tungki beliau akan menjawab e-mail sendiri.
Barangkali Pak Tungki adalah menteri pertama di Indonesia yang menjawab e-mail
sendiri.
Suryono Adisoemarta N5SNN di
akhir 1992 kembali ke Indonesia, kesempatan tersebut tidak dilewatkan oleh
anggota Amateur Radio Club (ARC) ITB seperti Basuki Suhardiman, Aulia K. Arief,
Arman Hazairin di dukung oleh Adi Indrayanto untuk mencoba mengembangkan
gateway radio paket di ITB. Berawal semangat & bermodalkan PC 286 bekas
barangkali ITB merupakan lembaga yang paling miskin yang nekad untuk berkiprah
di jaringan PaguyubanNet. Rekan lainnya seperti UI, BPPT, LAPAN, PUSDATA DEPRIN
merupakan lembaga yang lebih dahulu terkait ke jaringan di tahun 1990-an mereka
mempunyai fasilitas yang jauh lebih baik daripada ITB. Di ITB modem radio paket
berupa Terminal Node Controller (TNC) merupakan peralatan pinjaman dari
Muhammad Ihsan dari LAPAN.
Berawal dari teknologi radio
paket 1200bps, ITB kemudian berkembang di tahun 1995-an memperoleh sambungan
leased line 14.4Kbps ke RISTI Telkom sebagai bagian dari IPTEKNET akses
Internet tetap diberikan secara cuma-cuma kepada rekan-rekan yang lain.
September 1996 merupakan tahun peralihan bagi ITB, karena keterkaitan ITB
dengan jaringan penelitian Asia Internet Interconnection Initiatives (AI3)
sehingga memperoleh bandwidth 1.5Mbps ke Jepang yang terus ditambah dengan
sambungan ke TelkomNet & IIX sebesar 2Mbps. ITB akhirnya menjadi salah satu
bagian terpenting
DAMPAK
POSITIF INTERNET
1. Sebagai Media Komunikasi
Hal yang terlintas pada benak kita
adalah chatting, salah satu media yang digunakan untuk berkomunikasi. Dan
contoh media yang sering digunakan adalah facebook, twitter, friendster, Mirc.
Selain itu internet juga dapat digunakan untuk mengirim E-mail, dan melakukan
video conference atau bahkan berkomunikasi langsung lewat telephone via online.
Hal ini memudahkan bagi para pengguna jejaring sosial untuk dapat berkomunikasi
dan mengenal seseorang tanpa memikirkan jarak ataupun tempat.
2. Sumber Informasi
Informasi di internet sangatlah baru
dan selalu diperbaharui setiap waktu, terlebih lagi internet berhubungan dengan
informasi di seluruh dunia, para pecandu informasi akan tetap bisa mencari
informasi tanpa terhalangi oleh jarak dan tempat dengan adanya Google, Yahoo,
dan website-website yang lain, bahkan mahasiswa sekalipun dapat mengetahui
kelulusannya lewat internet tanpa harus mendatangi ke kampusnya. Dan hal inipun
sangat berguna bagi pelajar yang ingin belajar otodidak dalam suatu hal
terlebih dengan adanya gambar yang dapat dicari di internet memudahkan pelajar
untuk dapat praktek otodidak, karena internet menyediakan segala keperluan
informasi yang kita butuhkan.
3. Media Pendidikan Sekaligus
Hiburan
Internet kini diolah sedemikian rupa
hingga tersedia software atau aplikasi yang menunjang dan mengasah pendidikan
anak, yang iringi dengan hiburan agar pembaca tidak merasa bosan. Dengan
belajar melalui internet anak dapat mendapatkan pendidikan yang lebih luas.
Beberapa game juga diaplikasikan untuk meningkatkan kecerdasan anak, dengan
gambar yang dirancang begitu menarik dan materi yang tidak membosankan
mengundang minat anak untuk melatih konsentrasi, dampaknya anak akan dapat
belajar untuk memecahkan suatu hal dan lebih berkonsentrasi dalam menyelesaikan
masalah.
4. Memudahkan Belanja dan
Bertransaksi
Dengan adanya E-commerce memudahkan kita
untuk berbelanja tanpa harus mendatangi Mall atau tempat jual beli barang yang
kita inginkan. Internet tidak hanya untuk mencari data atau informasi yang
dicari saja, tetapi dapat digunakan sebagai tempat berjualan barang dan jasa.
Telah tersedia pembayaran kartu kredit dalam internet (E-Banking) sehingga
konsumen tidak perlu pusing-pusing untuk membayar di kassa, tentu hal ini
sangat berguna bagi para wanita karir yang tidak mempunyai waktu untuk
berbelanja keluar rumah.
DAMPAK
NEGATIF INTERNET
1. Pornografi
Saking terlalu gampangnya
mendapatkan informasi di internet, internetpun terkadang menjadi ajang
pornografi. Hal ini harus di antisipasi bagi orangtua yang tidak menginginkan
anaknya menyalahgunakan dunia internet. Situs atau homepage yang berbau
pornografi sering kali terbuka ditengah iklan, atau bahkan dicari dengan
sengaja. Hal ini salah satu penyebab diadakan pemblokiran situs pornografi di
Indonesia.
2. Perjudian
Sudah tidak dipungkiri dengan
internet dapat berkomunikasi dengan jarak tak terhingga, membuat para pelaku
perjudian terjun dalam internet dan menyalahgunakan internet untuk berjudi
jarak jauh dan aman atau bahkan berjudi secara online.
3. Penipuan
Penipuan dapat terjadi dimana
saja dan kapan saja, termasuk internet maraknya berkenalan dengan orang asing
juga salah satu hal yang dapat dijadikan modus, atau bahkan iklan yang berkedok
hadian jutaan miliyar. Hal yang patut kita lakukan adalah mengindahkan hal-hal
yang belum tau pusat informasinya.
4. Kurang Bergaul
Dengan informasi yang sangat
banyak dan tak terhingga didunia internet mengurangi waktu bergaul dengan
teman-teman yang lain khususnya para pelajar atau mahasiswa, bahkan di zaman
yang telah canggih ini anak SD pun sudah berkenalan dengan dunia internet, hal
ini mengurangi waktu mereka untuk berkomunikasi dengan teman sebayanya dan hal
ini akan berdampak penyimpangan sosial dimasa depannya.
5. Kecanduan
Bila seseorang merasa lebih
nyaman dengan fasilitas dan informasi dalam internet, dalam dirinya timbul rasa
tidak peduli dengan waktu, hal ini menyebabkan ketergantungan kepada internet
bahkan kecanduan untuk pelaku game online dan jejaring sosial media. Tentu
dibutuhkan perhatian khusus dari pihak orangtua agar anaknya yang masih dibawah
umur tidak mengalami kesimpangan sosial karena internet.
Komentar
Posting Komentar